Selasa, 03 Januari 2012

Pelajaran Dari Sang Dosen tentang Narsis

Hari ini, saya setuju sama satu hal yang disampein salah satu dosen saya, pas perkuliahan manajemen keuangan internasional. Beliau sempet bercerita soal keterlambatannya hari ini, karena beliau ketemu beberapa orang--mungkin salah satu petinggi negara, yaa.. kita sebut aja pejabat--yang ngajakin beliau ngobrol, dan kemudian orang itu minta saran sama sang dosen. Entah apa pertanyaan ato saran yang diminta sama pejabat itu, yang jelas, kemudian dosen saya malah cerita soal narcisius. Tau istilah 'narsis' kan? Tapi tau tentang asal-usulnya kenapa ada kata 'narsis' itu?
Sejujurnya, kalo saya sih baru tau tadi dari penjelasan dosen saya. Katanya dulu, di Yunani sana, ada seorang cowo yang namanya narcisius, dia terkenal karena ketampanannya, hingga dibicarakan banyak orang. Karena hal tersebut, membuat si narcisius ini terobsesi sama wajahnya sendiri. Sampe-sampe punya hobi memandangi wajahnya di sungai. Entah akhirnya kayak gimana, saya sendiri lupa. Ada banyak versi cerita ini sih sebetulnya, misalnya bisa diliat di sini atau di sini. Yang ditekankan pada cerita dosen saya disini, bukanlah menyoalkan si narcisius. Tapi perilaku pejabat kita--Indonesia-- yang cenderung seperti si narcisius. Mungkin bukan cuma pejabat aja sih, banyak sekali, sangat banyak sekali orang-orang narsis dimuka bumi ini. Yang sering berfoto-foto di berbagai kesempatan, penting ataupun tidak, perlu ataupun tidak. Hanya saja, bagi pribadi sendiri mungkin tidak akan merugikan pihak lain. Tapi bagi pejabat? Memajang potret dirinya besar-besar di berbagai penjuru kota, apa bukan sebuah pemborosan? Mereka hanya cenderung mematut-matut dirinya sendiri bukan mematut-matut pekerjaannya supaya lebih baik dan benar, supaya hasil pekerjaan mereka dapat benar-benar bermanfaat bagi rakyatnya. Bukankah yang akan dikenang itu 'jasa' bukannya potret diri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar