Jumat, 28 September 2012

Growing Up

Nemu tulisan yang bagus nih di buku tulis, jadi terinspirasi buat ngepost disini, ehehe, judulnya Growing Up.

Growing Up

The essence of life is always changing and growing.
Bigger and better as a day passed by.



Seperti dalam salah satu prosa favorit saya yang berjudul Jembatan Zaman, karya dee, dalam bukunya, Filosofi Kopi. Ia mengibaratkan usia dengan pertumbuhan pada tanaman, yang semakin hari semakin bertambah tinggi. Kebanyakan orang, akan merasa ingin lebih dihormati dengan bertambahnya usia mereka, karena mereka menganggap dirinya lebih baik dan lebih patut dihormati, atau bahkan merasa diri memiliki derajat yang lebih tinggi (baca: senioritas).

Saling menghormati, itu perlu, apalagi untuk yang lebih muda wajib menghormati yang lebih tua. Ini soal etika, namun dalam agama pun memang ada. Hanya saja, ga perlu lah ya kita me-ribet-kan permasalahan hormat-hormatan sampai ada bullying segala.

Bertambahnya usia, seringkali dikaitkan dengan kedewasaan seseorang, padahal bertambahnya usia ini bukanlah pertanda kedawasaan, bukan berarti kita paham segala hal. Bertambahnya usia hanyalah merupakan pertanda agar kita semakin bijaksana, semakin dapat menyikapi hidup. Dan hasil dari sikap kita tersebutlah yang dapat dikatakan dewasa atau tidak. Seorang yang sudah berusia puluhan tahunpun belum dapat dikatakan dewasa jika ternyata ia bersikap kekanak-kanakan. Ia hanya terperangkap dalam fisik orang dewasa, bukan pemikirannya.

Beberapa orang temen saya, yang tau saya aslinya gimana, mungkin udah ga heran ya, kalo saya, yang dibilang polos dan kekanak-kanakan, ternyata bisa punya omongan yang bijaksana juga kalo diajak ngobrol serius (mungkin lebih ke obrolan curhatan kali ya :p). Tapi, temen-temen saya yang lainnya juga heran ngeliat saya yang keliatannya cool dan anggun ini, kadang-kadang kelakuannya kocak sekali :D. Ya begitulah... kayak obrolan saya semalem dengan salah satu temen, saya bilang 'orang yang keliatannya dewasa, pasti punya sisi kekanak-kanakan dalam hal tertentu, sebaliknya juga, orang yang keliatannya kekanak-kanakkan juga bisa punya sisi dewasa dalam hal tertentu.'

Mungkin benar kita bertambah tinggi, Kita di usia anak-anak ga akan sama dengan kita di usia remaja, atau bahkan dewasa. Tapi, apakah kita semakin


".....Karena kita tumbuh ke atas tapi masih dalam petak yang sama. Akar kita tumbuh kedalam dan tak bisa terllu jauh kesamping. selalu tercipta kutub-kutub pemahaman yang tak akan bertemu kalau tidak dijembatani. Jembatan yang rendah hati, bukan kesombongan diri....." ~ Dee, Jembatan Zaman, dalam buku Filosofi Kopi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar