Sabtu, 23 Maret 2013

Resensi Kumcer : Emak Ingin Naik Haji


Judul Buku : Emak Ingin Naik Haji (Kumpulan Cerpen)
Penulis : Asma Nadia
Tebal : 210 halaman
Penerbit : AsmaNadia Publishing House, Depok
Tahun Terbit : 2009

Terdiri dari 12 cerita pendek Asma Nadia:
Emak Ingin Naik Haji
Bercerita tentang keinginan seorang Ibu yang teramat sangat untuk Naik Haji, yang sangat sulit diwujudkan anaknya karena kurangnya materi. Disisi lain, banyak orang yang berlimpah materi namun sangat sulit untuk menjalankan rukun Islam yang kelima, adapula yang naik haji karena hal-hal yang dersifat duniawi--gengsi--hingga hilangnya esensi naik haji yang sesungguhnya.

Cinta Begitu Senja
Tema yang diangkat dalam cerpen yang satu ini cukup umum, sehingga banyak diceritakan oleh penulis-penulis lain. Namun, cerpen karya Asma Nadia yang satu ini merupakan salah satu yang saya sukai. Bercerita tentang cinta yang terpendam, antara dua sahabat kecil, Fajar dan Senja. Cinta yang tak sampai karena kesalahpahaman, karena tidak pernah terucapkan. Hingga keduanya sudah sama-sama dewasa, dan punya kehidupan sendiri. Saya kira akan berakhir happy ending, ternyata tidak, karena... "Sesuatu yang terlambat, mungkin memang tidak perlu dimulai!"

Koran
Cerita yang menurut saya cukup unik. Tentang seorang laik-laki yang begitu mencintai koran. Entah mengapa ia sampai begitu tergila-gila dengan koran. Sampai suatu ketika, ia mendapati berita buruk mengenai orang-orang terdekatnya di koran, membuatnya seketika membenci koran. Tanpa ia sadari, dalam hari-hari nya menbenci koran, ada sesuatu yang terlupakan, berita buruk mengenai keluarganya.

Jadilah Istriku
"Jadilah istriku!"
Saat ajakan itu terlontarkan, sang wanita sempat tertegun karena tidak menyangka akan dilamar oleh laki-laki populer dan mapan. Sedangkan sang wanita merasa ia seorang yang biasa-biasa saja.
Ah, berapa banyak perempuan yang ada dalam hidupmu, Bang? Berapa yang kau butuhkan?
Dulu sekali, kukira cuma aku.
Sepertinnya dari sedikit kutipa diatas sudah dapat dijelaskan bercerita tentang apa ya.

Cut Rani
Berlatar belakang tsunami Aceh. Seorang pria dengan sabarnya terus mencari istrinya yang belum juga ditemukan, namanya Cut Rani.

Sepotong Cinta Dalam Diam
Cerpen ini bercerita tentang kisah cinta yang tak sampai (lagi). Namun sedikit lain, tentang surat-surat yang entah untuk siapa, ataupun dari siapa, yang diantarkan Pak Pos ke sebuah rumah yang berisi anak kos, surat-surat yang tak pernah sampai ke tangan orang yang harus menerimanya, karena memang tidak dikirimkan. Hingga 18 tahun lamanya. Hingga sang gadis akhirnya menikah dengan orang lain.
Perempuan,
Kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan.
Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam.
Kata orang bahkan diam berbicara.
Tapi, menurutku, hal itu tidak berlaku dalam cinta.
Sebab cinta harus diekspresikan dan pantang dibawa diam.
Sebab cinta harusnya dinyatakan, lalu dibuktikan dengan sikap.
Begitu seharusnya cinta.
Tapi, aku memang tidak punya pilihan.
Maafkan!

Jendela Rara
Sebuah rumah imut dengan dinding hijau berlumut. Jendela-jendela besar yang menjaring matahari dan halaman mungil berumpun melati.
Ide cerita yang cukup sederhana. Seorang gadis kecil yang tinggal di Ibukota, yang memiliki cita-cita sederhana: ingin memiliki jendela, jendela yang besar. Namun cita-citanya itu sangat sulit diwujudkan, sebab ia tinggal di kolong jembatan, sinar matahari tak mungkin masuk kesana. Percuma.

Laki-laki yang menyisir Rindu
Bercerita tentang seorang ibu yang ditinggalkan sendirian oleh anak-anaknya di kampung. Ketiga anaknya, dua sudah menikah dan tinggal di kota, ikut suaminya. Satu orang lagi bekerja di kota, walaupun belum menikah. Hanya anak bungsunya yang belum menikahlah yang paling setia dengan Ibunya. Suatu hari ia memberikan kejutan untuk ibunya, membelikan sebuah rumah yang lebih layak untuk ditinggali. Namun takdir berkata lain, saat ia meninggalkan ibunya di rumah barunya sebentar untuk membeli perabotan baru, ketika ia kembali, ibunya sudah tidak ditemukan...

Bulan Kertas
Cerpen ini berkisah tentang perjuangan seorang anak perempuan yang ingin bekerja untuk menghidupi dirinya dan ibunya, karena ia ingin ibunya berhenti bekerja dari pekerjaan yang tidak halal. Namun ketika gaji pertamanya sudah diterima, ternyata ibunya masih saja 'bekerja'.

Sepuluh Juta Rupiah
Cerita yang paling saya suka. Mengajarkan tentang hidup sederhana. Walaupun memiliki rumah besar. Yang orang tau, kehidupannya benar-benar sempurna, berlimpah materi. Sampai suatu ketika sang suami mendapat hadiah undian, terjawablah bagaimana kehidupan yang dijalani mereka.
"Kita memang bukan orang kaya, Man! Kita pun tak miskin. Tapi jangan sekali-sekali kesusahan yang ada di rumah ini diketahui orang! Itu prinsip, Man!" begitu pesan sang ayah.
Hingga prinsip tersebut diwaringkan pada anaknya, sang suami itu. Dan sang suami menerapkan prinsip yang sama pada istrinya.

Air Mata Bireuen
Berlatar belakang tsunami Aceh (lagi). Seorang Ibu yang merupakan salah seorang korban terlihat sedang menangis tersedu-sedu didepan sebuah makam. Disisi lain seorang jurnalis terus berusaha mewawancarai si Ibu. ceritanya cukup bisa mengelabui pembaca melalui sudut pandang si jurnalis, yang ternyata salah sangka tentang orang yang si Ibu tangisi.

Cinta Laki-laki Biasa
Pada mulanya, orang-orang melihat sebelah mata, ketika seorang Nania, wanita cantik, yang memiliki karir cemerlang, mau menikah dengan pria yang biasa-biasa dengan karir yang biasa-biasa. Ia pun tidak tau, apa yang dilihatnya dari laki-laki tersebut, ia sama sekali tak tau alasannya. Namun seiring berjalannya waktu, ketika kelahiran anak ketiga mereka yang bermasalah, hingga membuat seorang Nania koma berhari-hari, doa sang suami:
"Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi."
Suaminya, Rafli membuktikan kata-katanya.
Ketika Nania sadar, dan ternyata lumpuh, namun sang suami tetap marawat Nania dengan telaten sebelas tahun kemudian. Menggantikan tugas sang istri untuk mengurus Nania dan anak-anaknya. Semua orang kini mengetahui, waktu yang telah membuktikan bahwa pria yang menikahi Nania, walaupun seorang pria yang biasa-biasa saja, tetapi memiliki cinta yang luar biasa yang tak pernah berubah untuknya.


**

Sebetulnya udah lama juga sih tau buku dan film Emak Ingin Naik Haji ini, tapi entah kenapa saya sangat ga minat aja bacanya. Ga ada juga yang pernah rekomendasiin saya sih, jadi ya adem-adem aja ga pernah penasaran. Pas lagi iseng-iseng keliling perpustakaan kantor, kebetulan nih saya liat (tumben) ada buku fiksi, soalnya kebanyakan yang saya puter-puterin raknya tuh kebanyakan buku non fiksi. Dan untuk memotivasi minat membaca saya, tergeraklah hati saya buat pinjam ni buku, dengan atas nama teman. Hehehe (Belom daftar jadi anggota habisnya). Dua hari setelah dipinjam, bukunya saya cuekin. Tergeletak diatas meja di kamar. Barulah saya baca bukunya setelah 2 hari itu. Ternyata setelah baca halaman demi halaman awal, saya baru tertarik. Dan barulah saya menyesal. Kenapa gak dari dulu sih? Ini buku kan udah lama banget. Dasar ketinggalan. Yah, ga apa-apa ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :p

Pertamanya saya kita ini buku tuh novel, eh ternyata kumpulan cerpen. Ditulis dengan ringan, dan ide-ide yang sebenarnya cukup sederhana. Tapi cara penulisan, gaya bahasa maupun ide nya menunjukkan bahwa penulis bukan orang sembarangan, pastilah seseorang yang telah memiliki ribuan atau bahkan mungkin puluhan jam terbang. Membaca kumce rini membuat saya sangat tertarik untuk membaca fiksi karya Mba Asma Nadia lagi. Bukunya yang lain yang pernah saya baca baru satu, Jilbab Pertamaku. Duh... maafkah yah Mbak Asma Nadia. Saya menyesal jadinya telah tak acuhkan penulis sekelas Anda.

Rating 4/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar