Sabtu, 13 Juli 2013

Fiksi Mini

Beberapa hari yang lalu, saya dapet tantangan dari salah satu teman saya buat bikin fiksi mini. Buat yang belum tau, fiksi mini itu merupakan karya fiksi yang hanya terdiri dari beberapa kata, atau mungkin satu paragraf kecil. Di Indonesia, fiksi mini populer lewat twitter @fiksimini. Saya sendiri baru tau beberapa hari yang lalu dari teman saya itu. Diluar negeri, kelihatannya fiksi mini ini sudah cukup dikenal, mengingat banyak penulis besar yang telah menelurkan karya fiksi mini, dengan berbagai nama yang berbeda di setiap negara. Untuk lebih jelasnya, tentang fiksi mini ini, bisa dilihat juga di sini.

Fiksi mini buatan saya yang pertama:
Angin malam berbisik padaku, "Aku rindu Kau". Nyatanya kau tak akan pernah berhubungan lagi dengan udara, kau sudah tak bernapas. Jadi, aku yakin, itu pasti oranglain -- Rindu
*revisi, yang asli bisa dilihat di sini.

Fiksi mini kedua saya:
Aroma daging di pembakaran telah menyeruak ke penjuru ruangan. Dinginnya es teh manis sudah terasa di kerongkongan. Tak kuasa tangan menggapai hidangan yang telah disajikan, disuapkan. Ups, adzan masih beberapa menit lagi. Tidak. Saya belum batal. -- Puasa

Lapar yang membawa inspirasi, jadi ketauan deh saya lagi ngebayangin apa sore ini menunggu berbuka puasa, 3 jam lagi. Hahaha :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar