Kamis, 18 Juli 2013

Tausyiah Siang Ini

Biasanya, istirahat di kantor setelah solat dzuhur dan kadang-kadang setelah tadarusan, kalau masih ada waktu sih suka tidur-tiduran dulu bentar. Tapi berhubung tadi di denger-denger, penceramahnya bikin ketawa-ketawa terus, jadi fokus dengerin aja deh.

Kalau disuruh ngeringkas materi tausyiah siang tadi sih mungkin saya gabisa, behubung biasanya saya tulis kembali, yang udah saya catet di catetan kecil ringkasannya, jadi yah berdasarkan ingatan saya yang pelupa ini aja deh.
Pertama, yang saya inget, yaitu soal pemakaman, soal almarhum. Jadi, sebaiknya, almarhum yang baru meninggal, tidak memberatkan ahli waris, dengan memberi wasiat yang sulit dikabulkan. Misalnya, almarhum meninggal di Bandung, tapi minta di makamkan di Singapura, padahal ga ada sangkut-pautnya sama negara tsb kan jadi lucu kesannya, eh bukan lucu yah, nyusahin orang yang ditinggal maksudnya.
Yang kedua, almarhum, sebaiknya menggunakan hal-hal yang sederhana, atau tidak membawa barang yang berharga kedalam makam. Misalnya, menggunakan kain kafan biasa, dan bukannya mengganti kain kafan dengan kain sutera. Ataupun kalau semisalnya almarhum punya gigi palsu yang terbuat dari emas, ya sebaiknya di copot saja, karena barang tersebut lebih bermanfaat untuk orang yang ditinggalkan. Beda halnya kalau gigi palsu biasa yang ditinggalkan, ya ga akan maslaah. Seperti fenomena (apa trend ya?) yang sedang terjadi belakangan ini, mengenai maraknya, dan gencarnya sebuah pemakaman umum yang sangat mahal, yang khusus ditujukan untuk kalangan menengah keatas, yang harganya bisa dibilang cukup fantastis. Semua itu dinilai cukup berlebihan, mengingat itu hanya sebuah makan. Yang dinilai ironis, pemakaman yang cukup mewah yang diperuntukkan untuk orang-orang yang kelebihan uang. Sangat bertolak belakang dengan keadaan masyarakat yang untuk mempunyai tempat tinggal dengan layak pun sulit.
Yang ketiga, mengenai albulan yang bertugas mengantarkan alharhum, kebanyakan biasanya pake alarm, padahalkan untuk sebuah pemakaman dinilai tidak urgent, berbeda dengan semisalnya kecelakaan atau ada ibu melahirkan. Yang membutuhkan waktu yang singkat untuk mendapat penanganan tim medis. Sebuah pemakaman kan ga butuh itu. Kebanyang, kalao pas dijalan, menjelang pemakaman, albulan yang membawa almarhum yang hendak dimakamkan tersebut terjadi kecelakaan. Lah, jadi alharhum dua kali gitu yah? Sontak pendengar tertawa saat tu juga. Tapi setelah ditulis disini rasanya jadi ga lucu yah. HHehe..

Ya intinya gitu deh, hendaknya, almarhum tidak menyulitkan keluarga/pihak-pihak yang ditinggalkan, jika sudah meninggal, sebaiknya sudah tidak perlu mengingat hal-hal yang berbau duniawi. Seperti barang-barang yang dianggap berlebihan. Tidak perlulah membawa hal-hal yang masih bermanfaat untuk makhluk yang masih hidup, lebih bermanfaat kalau yang masih hidup yang memanfaatkannya, ya seperti trend pemakaman mahal yang tadi udah dibahas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar